Dreams are renewable. No matter what our age or condition, there are still untapped possibilities within us and new beauty waiting to be born.

-Dale Turner-

Sabtu, 15 Desember 2012

mencoba kembali

akun blogger ini sungguh telah amat sangat lama terbengkalai. akan di coba untuk mengaktidkan ini kembali :) terima kasih.
sebelumnya , saya aktif di blog lain, yaitu wordpress,
bila ingin melihatnya, silahkan kunjungi blog wp saya di Henstin's ...
terima kasih ^^

Senin, 03 Desember 2012

Shayne Ward - Breathless [LYRIC]

If our love was a fairy tale
I would charge in and rescue you
On a yacht baby we would sail
To an island where we'd say I do

And if we had babies they would look like you
It'd be so beautiful if that came true
You don't even know how very special you are

[Chorus]
You leave me breathless
You're everything good in my life
You leave me breathless
I still can't believe that you're mine
You just walked out of one of my dreams
So beautiful you're leaving me
Breathless


And if our love was a story book
We would meet on the very first page
The last chapter would be about
How I'm thankful for the life we've made


And if we had babies they would have your eyes
I would fall deeper watching you give life
You don't even know how very special you are

[Chorus]
You leave me breathless
You're everything good in my life
You leave me breathless
I still can't believe that you're mine
You just walked out of one of my dreams
So beautiful you're leaving me
Breathless

You must have been sent from heaven to earth to change me
You're like an angel
The thing that I feel is stronger than love believe me
You're something special
I only hope that I'll one day deserve what you've given me
But all I can do is try
Every day of my life

[Chorus]
You leave me breathless
You're everything good in my life
You leave me breathless
I still can't believe that you're mine
You just walked out of one of my dreams
So beautiful you're leaving me
Breathless

Untuk yang ku rindukan, dari Aku.

Aku berada di antara tumpukan hal-hal yang telah ku lakukan. Aku mengais, mencabik-cabik, mencari ulang setiap manis yang telah kita lakukan. Mendobrak segala hal negatif yang mencoba menjatuhkanku, mencoba mennghentikanku. Takut adalah hal yang paling menyelimutiku. Aku masih tetap mencari, mencari hal-hal manis yang pernah kita lakukan.. dulu. Kenapa aku tidak menemukannya lagi ?. Haruskah kalimat akhir itu ku utarakan. Kini aku lelah. Tapi aku tetap menahan, terus bertahan. Menunggu, dan terus menunggu.
Kadang ku pikir ini balasan dari-Nya. Saat aku berpikir memang inilah balasan-Nya, aku diam, aku menerima. Aku lah yang pernah melakukan ini padamu dan kamu bisa melewatinya tanpa mengeluh. Aku tersenyum tipis dan terdiam, kembali berpikir sambil tertunduk. Bergelut dengan diriku sendiri. Menanyakan... Kenapa tak kau maki saja aku yang selalu melewatkan kesempatanku menghubungimu ?. Kenapa tidak kau hubungi saja aku dalam sibuk'ku ?. Kenapa... Aku harus merasakan ini. Dulu kau katakan aku tak akan pernah bersedih. Sekarang aku bersedih. Karenamu. Dimana tanggung jawabmu atas semua kata-kata manis dulu ?. Kenapa terlalu dramatis semua ini ku rasakan ?. Aku terjatuh dalam kehidupan nyata, bukan aku melupakanmu, sama sekali tidak. Aku memikirkanmu, aku bukan mengharapkanmu berpikir juga tentangku, tapi aku tau. Aku tau dirimu juga memikirkan aku. Terkadang hal kecil terlintas di benak kita, tidak kita ikuti. Beginilah jadinya.
Sekali lagi, apakah kita telah kehilangan dasar prinsip kita ?
Untuk yang ku rindukan, dari Aku.

Kamis, 22 November 2012

sendiri dan.. tidak. bersyukur saja.

Kesendirian hadir dengan tiba-tiba dan pergi dengan mudahnya dalam pikiran.
Ketika satu titik merasakan kesendirian, saat itulah hal yang paling menyedihkan. Bayangkan saja, sendiri mengerjakan, sendiri berjalan, sendiri untuk hidup. Namun, pada suatu perspektif, kesendirian itu identik dengan kesepian. Sendiri, dan sepi.
Apa yang terjadi ? Akan muncul suatu ketakutan.
Ini bukan kata-kata dari seseorang yang manja, meskipun tersirat seperti itu.
Ini seperti, berpikir, bagaimana ketika anda hidup sendirian. Tanpa pegangan, tanpa pelindung, dan tanpa tujuan. Hal yang sulit. Menangis tak berguna, berjuang tak mampu, dan ingin berbagi tapi tak memiliki siapapun.
Bagaimana dengan menepiskan segala hal tersebut dan melangkah mengikuti alur kehidupan ?
Itu hal mudah, cari saja hal-hal yang membuatmu tidak berpikir seperti itu. Menelisik hal-hal baru, yang menyenangkan. Bagai burung yang bebas berterbangan di angkasa, atau bagai burung yang bersiul di kala mentari menyingsing, sungguh bahagia.
Kembali sajalah pada kata syukur yang tulus. Hal-hal seperti ini pasti dapat terlewati bukan ? Oh, tidak. Ini harus terlewati.
Kepada pencipta, pemelihara dan pelebur, maaf dan terima kasih ku ucapkan untuk segalanya, tolong jaga segalanya untuk semua.

Selasa, 20 November 2012

Kepada...

Kepada rindu yang tak tersampaikan, maafkan aku yang tak pernah mengutarakan ini kepadanya. Yang perlu kau tau, bahwa menahan mu adalah hal paling sulit bagi kaum ku. Adalah kami yang menenangkan diri, melangkah dengan pasti meski hati kami mengawang-awang dalam dirimu.

Kepada rindu yang meletupkan emosi, beri aku cara mengatasi ini, meski itu hanya sekedar pikiran negatif, jauhkanlah. Ataupun yang akan terjatuh dalam arti air mata yang mengikuti gravitasi bumi ini, tahanlah semuanya.

Kepada rindu yang akan selalu ada, banyak ku ucapkan terima kasih, karna mu jugalah aku bertahan, karna mu lah aku menanti, karna mu lah yang menjadi bagian dari cerita hidup ini.

Kepada cinta yang tulus, maaf dan terima kasih atas segala pengalaman yang telah diberikan, dimulai dari kebahagiaan menemukanmu, mengertimu, mempertahankanmu, merasakan pedih, mendewasakan sifat, mengerti arti kebersamaan, dan banyak hal lainnya.

Dan kepada dirimu Sang Pencipta, Pemelihara, dan Pelebur, terima kasih banyak atas keseimbangan hidup ini.