pernah gak sih kelintas di pikiran mu tentang "bagaimana sih diriku sebenarnya?", "tipe yang seperti apakah aku ini?", "orang yang seperti apa sih yang cocok denganku?", dan pertanyaan dasar lainnya mengenai kehidupan.
Tampilkan postingan dengan label my mind. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label my mind. Tampilkan semua postingan
Kamis, 28 Maret 2013
Minggu, 17 Februari 2013
*kita*
Seperti menunggu pasien kritis, tidak ada harapan, dan siap meninggalkan kapan saja.
Aku selalu berharap ketika malam aku mengucapkan kata-kata yang dapat menghantarkanmu tidur, setelah mentari kembali menyapa, kau akan tetap menghembuskan nafas kehidupanmu dihadapanku. Aku selalu berpikir bagaimana bila tidak ada hadirmu lagi. Sungguh seperti aku hilang dari ragaku. Setiap waktumu tidak ada bersamaku, aku selalu berharap, nanti aku mendapatkan isyarat bahwa dirimu masih bersamaku. Sedikit saja, aku ingin isyarat itu. Meski tidak mungkin ku dapatkan lagi hal yang menjadi inginku. Aku akan tetap bersamamu. Mungkin hanya angan dan harapan, bagaimana kita bersatu dalam ruang dan waktu, di suatu keadaan yang sangat damai. Meski dua setengah juta tahun lagi, aku dan dirimu akan mengalami keadaan yang sama seperti ini, aku mohon saat itu jangan melepasku. Cukup kali ini kita saling melepaskan. Tidak ada lain kali. Inipun masih sulit untuk aku terima. Saat itu, dua setengah juta tahun lagi, akan ku buat kau yakin dengan kita. Tidak boleh ada keraguan lagi. Meskipun populasi dunia tidak mendukung, meskipun alam memisahkan, bila saat itu aku bersamamu, aku akan mendekapmu penuh sayang, tidak akan ku lepas barang sedetikpun. Selama kita memiliki hal yang sama, ku mohon jangan melepasku lain kali. Dari aku yang selalu ada dan merindukanmu,
Jumat, 25 Januari 2013
Aku, Raja, Istana, dan Menara.
Kini aku mengerti kenapa kerajaan ini mengalami bencana. Kini aku tau apa arti firasat itu. Kini aku melihat, apa itu kenyataan. Raja telah memutuskan untuk pergi dari kerjaan ini selamanya. Aku dan raja pernah mendaki menara ini hingga lantai ke 24, saat itu di ubin ke 17, pada saat bulan dan bintang tengah tenggelam akan kuasa awan hitam. Di latari karunia awan kami berdialog. Dialog tentang kerajaan ini. Saling memalingkan wajah, sesekali menatap dengan sendu satu sama lain. Aku tidak tahan dengan dialog masa depan kerajaan yang berada di ujung tombak ini. Kami masih berdialog meski aku gemetaran dengan perekat batu di tanganku. Aku membawa batu ke 40 dan masih berhasil merekatkannya meski goyah, Raja mendekatiku dari ubin ke 9 dengan batu ke 41. Tepat disaat Raja menyerahkan batu itu, dia mengatakan semua telah berakhir. Badanku tak lagi setegar beberapa gerak lalu. Aku bergetar menahan diriku, menyampaikan pada otakku ini semua bukan akhir. Setelah meyakinkan diriku, dengan berat kelopak mataku beralih dari batu di tanganku ke manik mata nya. Menatap betapa sungguh ia akan pergi, meninggalkan ku lagi, tidak untuk beberapa waktu, tapi untuk selamanya. Aku melihat kesedihan di mata teduhnya, tapi kami tidak dapat berbuat apapun selain menjadi sosok yang meninggalkan dan ditinggalkan. Raja selalu dan akan selalu begitu, misterius, bahkan padaku yang telah bersamanya hingga lantai 24 ini. Dengan segala hal yang kami lewati tiap lantai, tiap ubin, tiap suasana.
Kenangan kami berkelebat di pikiranku.
Di lantai 4 dulu ia pernah mengatakan ia tak akan pernah melepaskan ku selain aku memintanya, dulu di lantai 5 pertama kali kami mengkhayalkan masa depan, di lantai 6 kami saling menyemangati satu sama lain karena ada serangan dari sihir tinta, tapi kini di lantai 24 ia melepasku, menghentikan langkahku, dan akan menatap jalan lain menuju nirwana nya nanti, dan tentunya tidak bersamaku.
Raja, kepadamu yang kini meninggalkanku.
Berhati-hatilah, jalanan yang kita lewati hanya sebagian kecil dari guru mu di perjalanan nanti. Aku yang di kerajaan ini pasti akan merindukanmu, menyimpanmu dengan baik, menatap ke arahmu menjauh dari menara tertinggi yang kita miliki disini. Bekal doa yang ku ucapkan, setidaknya itulah bingkisan kecil terakhirku, itu caraku memelukmu dari jauh. Aku mungkin akan beristirahat sejenak. Tapi Raja, kau tidak boleh beristirahat, kerajaan barumu menunggu.
Raja, aku ingin mengatakan banyak hal padamu, banyak sekali, tapi aku akan mencoba berhenti, masih mencoba, Raja. Maaf bila dalam perjalanan kita aku banyak menyusahkan dan mengacau, terima kasih telah bersamaku hingga di lantai 24 ubin ke 17 dan langkah dari ubin 9 dan batu ke 41... King of My Heart, Apple Princes, Little Danbo, Albums, Our story.
Kenangan kami berkelebat di pikiranku.
Di lantai 4 dulu ia pernah mengatakan ia tak akan pernah melepaskan ku selain aku memintanya, dulu di lantai 5 pertama kali kami mengkhayalkan masa depan, di lantai 6 kami saling menyemangati satu sama lain karena ada serangan dari sihir tinta, tapi kini di lantai 24 ia melepasku, menghentikan langkahku, dan akan menatap jalan lain menuju nirwana nya nanti, dan tentunya tidak bersamaku.
Raja, kepadamu yang kini meninggalkanku.
Berhati-hatilah, jalanan yang kita lewati hanya sebagian kecil dari guru mu di perjalanan nanti. Aku yang di kerajaan ini pasti akan merindukanmu, menyimpanmu dengan baik, menatap ke arahmu menjauh dari menara tertinggi yang kita miliki disini. Bekal doa yang ku ucapkan, setidaknya itulah bingkisan kecil terakhirku, itu caraku memelukmu dari jauh. Aku mungkin akan beristirahat sejenak. Tapi Raja, kau tidak boleh beristirahat, kerajaan barumu menunggu.
Raja, aku ingin mengatakan banyak hal padamu, banyak sekali, tapi aku akan mencoba berhenti, masih mencoba, Raja. Maaf bila dalam perjalanan kita aku banyak menyusahkan dan mengacau, terima kasih telah bersamaku hingga di lantai 24 ubin ke 17 dan langkah dari ubin 9 dan batu ke 41... King of My Heart, Apple Princes, Little Danbo, Albums, Our story.
Sabtu, 19 Januari 2013
Kerajaan
Sebaris kata-kata yang ku haruskan untuk menyiratkan pikiranku yang hanya untukmu.
Hanya untukmu.
Tiada awan yang bergerak tanpa tiupan angin. Tiada tanaman yang tumbuh dengan baik tanpa air. Dan tiada kata 'baik' tanpa 'buruk'. Sejauh mata memandang, sejauh nalar mengawang, dan selama waktu raga berdiri, tiada satu pun titik hitam yang tampak. Berangan-angan seluruh khayalan menjadi nyata. Berusaha sekuat raga berdiri, mematung, hanya demi melihat satu titik hitam itu melebur dalam kesamaan kegelapan dan berubah menjadi keindahan.
Bertahtakan kedamaian, bersinggasana kesetiaan, dan berjubah kasih sayang. Kerajaan cinta satu sisi ini akan berusaha terus membangun petak demi petak lantai untuk dasar yang kuat. Berjaga agar Raja tidak melupakan serpihan-serpihan indah ini. Meski kerajaan pernah goyah dan sedikit rusak akibat Iblis Cemburu dan Pasukan Ragu, tapi semua itulah yang membuat Raja singgah ke kerajaan ini.
Jalan tak akan terlihat tanpa cahaya. Dunia tak akan bertahan tanpa air. Berita tak akan sampai pada siapapun tanpa permintaan... Permintaan hati.
Hanya untukmu.
Tiada awan yang bergerak tanpa tiupan angin. Tiada tanaman yang tumbuh dengan baik tanpa air. Dan tiada kata 'baik' tanpa 'buruk'. Sejauh mata memandang, sejauh nalar mengawang, dan selama waktu raga berdiri, tiada satu pun titik hitam yang tampak. Berangan-angan seluruh khayalan menjadi nyata. Berusaha sekuat raga berdiri, mematung, hanya demi melihat satu titik hitam itu melebur dalam kesamaan kegelapan dan berubah menjadi keindahan.
Bertahtakan kedamaian, bersinggasana kesetiaan, dan berjubah kasih sayang. Kerajaan cinta satu sisi ini akan berusaha terus membangun petak demi petak lantai untuk dasar yang kuat. Berjaga agar Raja tidak melupakan serpihan-serpihan indah ini. Meski kerajaan pernah goyah dan sedikit rusak akibat Iblis Cemburu dan Pasukan Ragu, tapi semua itulah yang membuat Raja singgah ke kerajaan ini.
Jalan tak akan terlihat tanpa cahaya. Dunia tak akan bertahan tanpa air. Berita tak akan sampai pada siapapun tanpa permintaan... Permintaan hati.
Selasa, 25 Desember 2012
Sepenggal Kisah Terlantar
Tak terasa hari indah telah menghilang
Langkah kakimu telah hilang tertiup angin
Aku bagai semut yang kebingungan
Mencari jejak yang telah terhapus
Ragaku tak lagi hebat
Jiwaku tak lagi kukuh
Terhanyut dalam ketiadaanmu
Bersama luka yang terus merusak masaku
Lihatkan aku pada rasamu
Tanpa dusta yang menyelimuti setiap perkatamu
Kini biarlah waktu yang jawab semua
Ku hanya dapat menanti sang kepercayaan kembali
Langkah kakimu telah hilang tertiup angin
Aku bagai semut yang kebingungan
Mencari jejak yang telah terhapus
Ragaku tak lagi hebat
Jiwaku tak lagi kukuh
Terhanyut dalam ketiadaanmu
Bersama luka yang terus merusak masaku
Lihatkan aku pada rasamu
Tanpa dusta yang menyelimuti setiap perkatamu
Kini biarlah waktu yang jawab semua
Ku hanya dapat menanti sang kepercayaan kembali
Senin, 03 Desember 2012
Untuk yang ku rindukan, dari Aku.
Aku berada di antara tumpukan hal-hal yang telah ku lakukan. Aku mengais, mencabik-cabik, mencari ulang setiap manis yang telah kita lakukan. Mendobrak segala hal negatif yang mencoba menjatuhkanku, mencoba mennghentikanku. Takut adalah hal yang paling menyelimutiku. Aku masih tetap mencari, mencari hal-hal manis yang pernah kita lakukan.. dulu. Kenapa aku tidak menemukannya lagi ?. Haruskah kalimat akhir itu ku utarakan. Kini aku lelah. Tapi aku tetap menahan, terus bertahan. Menunggu, dan terus menunggu.
Kadang ku pikir ini balasan dari-Nya. Saat aku berpikir memang inilah balasan-Nya, aku diam, aku menerima. Aku lah yang pernah melakukan ini padamu dan kamu bisa melewatinya tanpa mengeluh. Aku tersenyum tipis dan terdiam, kembali berpikir sambil tertunduk. Bergelut dengan diriku sendiri. Menanyakan... Kenapa tak kau maki saja aku yang selalu melewatkan kesempatanku menghubungimu ?. Kenapa tidak kau hubungi saja aku dalam sibuk'ku ?. Kenapa... Aku harus merasakan ini. Dulu kau katakan aku tak akan pernah bersedih. Sekarang aku bersedih. Karenamu. Dimana tanggung jawabmu atas semua kata-kata manis dulu ?. Kenapa terlalu dramatis semua ini ku rasakan ?. Aku terjatuh dalam kehidupan nyata, bukan aku melupakanmu, sama sekali tidak. Aku memikirkanmu, aku bukan mengharapkanmu berpikir juga tentangku, tapi aku tau. Aku tau dirimu juga memikirkan aku. Terkadang hal kecil terlintas di benak kita, tidak kita ikuti. Beginilah jadinya.
Sekali lagi, apakah kita telah kehilangan dasar prinsip kita ?
Untuk yang ku rindukan, dari Aku.
Kadang ku pikir ini balasan dari-Nya. Saat aku berpikir memang inilah balasan-Nya, aku diam, aku menerima. Aku lah yang pernah melakukan ini padamu dan kamu bisa melewatinya tanpa mengeluh. Aku tersenyum tipis dan terdiam, kembali berpikir sambil tertunduk. Bergelut dengan diriku sendiri. Menanyakan... Kenapa tak kau maki saja aku yang selalu melewatkan kesempatanku menghubungimu ?. Kenapa tidak kau hubungi saja aku dalam sibuk'ku ?. Kenapa... Aku harus merasakan ini. Dulu kau katakan aku tak akan pernah bersedih. Sekarang aku bersedih. Karenamu. Dimana tanggung jawabmu atas semua kata-kata manis dulu ?. Kenapa terlalu dramatis semua ini ku rasakan ?. Aku terjatuh dalam kehidupan nyata, bukan aku melupakanmu, sama sekali tidak. Aku memikirkanmu, aku bukan mengharapkanmu berpikir juga tentangku, tapi aku tau. Aku tau dirimu juga memikirkan aku. Terkadang hal kecil terlintas di benak kita, tidak kita ikuti. Beginilah jadinya.
Sekali lagi, apakah kita telah kehilangan dasar prinsip kita ?
Untuk yang ku rindukan, dari Aku.
Kamis, 22 November 2012
sendiri dan.. tidak. bersyukur saja.
Kesendirian hadir dengan tiba-tiba dan pergi dengan mudahnya dalam pikiran.
Ketika satu titik merasakan kesendirian, saat itulah hal yang paling menyedihkan. Bayangkan saja, sendiri mengerjakan, sendiri berjalan, sendiri untuk hidup. Namun, pada suatu perspektif, kesendirian itu identik dengan kesepian. Sendiri, dan sepi.
Apa yang terjadi ? Akan muncul suatu ketakutan.
Ini bukan kata-kata dari seseorang yang manja, meskipun tersirat seperti itu.
Ini seperti, berpikir, bagaimana ketika anda hidup sendirian. Tanpa pegangan, tanpa pelindung, dan tanpa tujuan. Hal yang sulit. Menangis tak berguna, berjuang tak mampu, dan ingin berbagi tapi tak memiliki siapapun.
Bagaimana dengan menepiskan segala hal tersebut dan melangkah mengikuti alur kehidupan ?
Itu hal mudah, cari saja hal-hal yang membuatmu tidak berpikir seperti itu. Menelisik hal-hal baru, yang menyenangkan. Bagai burung yang bebas berterbangan di angkasa, atau bagai burung yang bersiul di kala mentari menyingsing, sungguh bahagia.
Kembali sajalah pada kata syukur yang tulus. Hal-hal seperti ini pasti dapat terlewati bukan ? Oh, tidak. Ini harus terlewati.
Kepada pencipta, pemelihara dan pelebur, maaf dan terima kasih ku ucapkan untuk segalanya, tolong jaga segalanya untuk semua.
Ketika satu titik merasakan kesendirian, saat itulah hal yang paling menyedihkan. Bayangkan saja, sendiri mengerjakan, sendiri berjalan, sendiri untuk hidup. Namun, pada suatu perspektif, kesendirian itu identik dengan kesepian. Sendiri, dan sepi.
Apa yang terjadi ? Akan muncul suatu ketakutan.
Ini bukan kata-kata dari seseorang yang manja, meskipun tersirat seperti itu.
Ini seperti, berpikir, bagaimana ketika anda hidup sendirian. Tanpa pegangan, tanpa pelindung, dan tanpa tujuan. Hal yang sulit. Menangis tak berguna, berjuang tak mampu, dan ingin berbagi tapi tak memiliki siapapun.
Bagaimana dengan menepiskan segala hal tersebut dan melangkah mengikuti alur kehidupan ?
Itu hal mudah, cari saja hal-hal yang membuatmu tidak berpikir seperti itu. Menelisik hal-hal baru, yang menyenangkan. Bagai burung yang bebas berterbangan di angkasa, atau bagai burung yang bersiul di kala mentari menyingsing, sungguh bahagia.
Kembali sajalah pada kata syukur yang tulus. Hal-hal seperti ini pasti dapat terlewati bukan ? Oh, tidak. Ini harus terlewati.
Kepada pencipta, pemelihara dan pelebur, maaf dan terima kasih ku ucapkan untuk segalanya, tolong jaga segalanya untuk semua.
Selasa, 20 November 2012
Kepada...
Kepada rindu yang tak tersampaikan, maafkan aku yang tak pernah mengutarakan ini kepadanya. Yang perlu kau tau, bahwa menahan mu adalah hal paling sulit bagi kaum ku. Adalah kami yang menenangkan diri, melangkah dengan pasti meski hati kami mengawang-awang dalam dirimu.
Kepada rindu yang meletupkan emosi, beri aku cara mengatasi ini, meski itu hanya sekedar pikiran negatif, jauhkanlah. Ataupun yang akan terjatuh dalam arti air mata yang mengikuti gravitasi bumi ini, tahanlah semuanya.
Kepada rindu yang akan selalu ada, banyak ku ucapkan terima kasih, karna mu jugalah aku bertahan, karna mu lah aku menanti, karna mu lah yang menjadi bagian dari cerita hidup ini.
Kepada cinta yang tulus, maaf dan terima kasih atas segala pengalaman yang telah diberikan, dimulai dari kebahagiaan menemukanmu, mengertimu, mempertahankanmu, merasakan pedih, mendewasakan sifat, mengerti arti kebersamaan, dan banyak hal lainnya.
Dan kepada dirimu Sang Pencipta, Pemelihara, dan Pelebur, terima kasih banyak atas keseimbangan hidup ini.
Kepada rindu yang meletupkan emosi, beri aku cara mengatasi ini, meski itu hanya sekedar pikiran negatif, jauhkanlah. Ataupun yang akan terjatuh dalam arti air mata yang mengikuti gravitasi bumi ini, tahanlah semuanya.
Kepada rindu yang akan selalu ada, banyak ku ucapkan terima kasih, karna mu jugalah aku bertahan, karna mu lah aku menanti, karna mu lah yang menjadi bagian dari cerita hidup ini.
Kepada cinta yang tulus, maaf dan terima kasih atas segala pengalaman yang telah diberikan, dimulai dari kebahagiaan menemukanmu, mengertimu, mempertahankanmu, merasakan pedih, mendewasakan sifat, mengerti arti kebersamaan, dan banyak hal lainnya.
Dan kepada dirimu Sang Pencipta, Pemelihara, dan Pelebur, terima kasih banyak atas keseimbangan hidup ini.
Jumat, 16 November 2012
2 thumbs
Tertanggal 15 november 2012 , oke, sebulan kurang dari post sebelumnya yg tentang KUKU -__-
Nah, ada 2 cerita nih, kalo gak salah tanggal 25 oktober sama tgl 15 november.
Tanggal 25 oktober
Nah :D kan ini aku udah seneng nih mau lepas perbannya, terus tu yaa, stelah dibuka, aku ngrasa sakit yang sisi sebelah kanan nya, hyah, di oprasi lagi, tapi ini lebih sakit *huaaaaa* biusnya dikit *dokternya keterlaluan* ya udah, tambah lg seminggu deh pake perbannya.. Dan setelah itu dilepas , aman, tapi beberapa harinya , pas kukunya tumbuh lagi, malah sakit lagi *aaaaaaa* nyebelin banget kan -___-
Ya udah aku diemin, nah ! Malah jempol yang kiri yg sakit, sama pula kyk yg pertama (post sebelumnya)
Jadilah,
Tertanggal 15 november,
Saya oprasi lagi untuk yang jempol kaki kiri -___-
Ini dokternya tak pesenin "dok, biusnya yang banyak ya" , si dokter tes gunting pertama, masih terasa, dibius lagi, udah gak berasa :D
Terus ya, pas udah digunting-gunting, trus agak kesulitan di satu titik, sampe ganti gunting berkali-kali, hhihi *sabar ya dok*
Nah udah gitu, selesai deh..
Tapiii, yg bermasalah di kaki kanan tu, yg sisi satu, yg oprasi ke dua, itu diperban pake betadine sama NHCl , hmm, jadilah aku pake dua perban di kanan kiri, hyeleeehhh -__________-
Katanya lusa check up lagi, ya udah, terserah kakakku nanti gimana (⌣́_⌣̀)
Jadi intinya sekarang aku menghabiskan weekend (berharga) ku dengan mendekam dirumah, hhhh~
Nah, ada 2 cerita nih, kalo gak salah tanggal 25 oktober sama tgl 15 november.
Tanggal 25 oktober
Nah :D kan ini aku udah seneng nih mau lepas perbannya, terus tu yaa, stelah dibuka, aku ngrasa sakit yang sisi sebelah kanan nya, hyah, di oprasi lagi, tapi ini lebih sakit *huaaaaa* biusnya dikit *dokternya keterlaluan* ya udah, tambah lg seminggu deh pake perbannya.. Dan setelah itu dilepas , aman, tapi beberapa harinya , pas kukunya tumbuh lagi, malah sakit lagi *aaaaaaa* nyebelin banget kan -___-
Ya udah aku diemin, nah ! Malah jempol yang kiri yg sakit, sama pula kyk yg pertama (post sebelumnya)
Jadilah,
Tertanggal 15 november,
Saya oprasi lagi untuk yang jempol kaki kiri -___-
Ini dokternya tak pesenin "dok, biusnya yang banyak ya" , si dokter tes gunting pertama, masih terasa, dibius lagi, udah gak berasa :D
Terus ya, pas udah digunting-gunting, trus agak kesulitan di satu titik, sampe ganti gunting berkali-kali, hhihi *sabar ya dok*
Nah udah gitu, selesai deh..
Tapiii, yg bermasalah di kaki kanan tu, yg sisi satu, yg oprasi ke dua, itu diperban pake betadine sama NHCl , hmm, jadilah aku pake dua perban di kanan kiri, hyeleeehhh -__________-
Katanya lusa check up lagi, ya udah, terserah kakakku nanti gimana (⌣́_⌣̀)
Jadi intinya sekarang aku menghabiskan weekend (berharga) ku dengan mendekam dirumah, hhhh~
Minggu, 21 Oktober 2012
operasi kecil - cabut kuku - (saya)
Tertanggal 17 oktober 2012 kemarin, saya di operasi kecil.. kenapa ? karena KUKU. WTH banget sebenarnya, tapi apa daya memang begitulah kenyataannya. Well, saya mau cerita sedikit, boleh dong yaa~ jadi gini ceritanya ;
Suatu hari saya potong kuku jari jempol kaki kanan saya (riweh bener ini deskripsinya), nah itu motongnya kependekan, awalnya biasa aja, tapi besoknya tiba-tiba berasa perih-perih, nyeri gimanaaa gitu. Nah! dan ternyata.. kaki saya terluka saudara-saudara!! (heboh dikit ya) awalnya saya diemin aja karna gapapa. cah! tau-taunya ujungnya berdarah, saya panik sendiri (tetep stay cool sih, tapi deg-degan juga), setelah acara darah-berdarah hilang, saya menjalani kegiatan seperti biasa lagi.
Tapiiiiii.. cerita gak sampe sana aja, hari-hari berlalu dan tibalah disaat kuku ini harus tumbuh, dan.. tumbuhnya menusuk daging sekitar kuku ini, jadilah ini jempol kaki bengkak, warna biru, perih, sakit dipake jalan, gak nyaman deh pokoknya (bahasanya infeksi aja biar gak ribet). Terus saya kasi tau deh kakak saya, terus kakak bilang "ayo periksain ke dokter. eh, tapi gak bisa sekarang, hari kamis deh ya", nah, jadilah RENCANANYA hari kamis, tapi hari rabu sore kakak tiba-tiba nelpon saya "dik, sekarang aja ya, abis kakak pulang kantor kita ke dokternya", saya mah udah pasrah aja, karna sebelumnya saya udah searching sedikit-sedikit mengenai kenapa dan ada apa dengan kaki saya ini. Apa ya bahasanya, saya lupa. Intinya, resiko paling parah ya cabut kuku, gitulah. Saya udah kayak mau ujian aja tuh, siap gak siap harus siap*nangis dalem hati*. Setelah kakak sampe rumah, kita siap-siap, dan jadilah kita ke poliklinik yang ada di salah satu Rumah Sakit di Denpasar ini. Setelah tanya-tanya sama perawatnya, di rujuklah ke dokter umum di klinik itu, sembari menunggu saya siap-siapin mental kalo emang pada akhirnya cabut kuku (karena "katanya" sakit, jadi saya agak takut.)
Di dalem ruangan dokter umum , setelah jelasin situasi dan kondisi kenapa ini bisa sampe begini, mengertilah si dokter bahwa saya potong kukunya kependekan, dan dibertahulah oleh si dokter, "kalo potong kuku itu jangan sampe pendek atau bentuk melonjong, harus kotak-rata- gitu", saya sih iya-iya aja, lah emang bener gitu. terus saya diperiksa lagi jarinya yang bermasalah, langsung si dokter saranin, "di potong aja ya, setengah gitu, ini kuku yang lainnya masih sehat kok", caaahh!! ternyata potong setengah, bukan dicabut*sujud syukur* tapi tetep aja kena bius lokal. malah pas udah disiapin tuh alat-alatnya,
saya tanya "sakit gak nih?",
si dokter "ngga kok, tapi pas di biusnya ya sakit, eh tapi gak ada alergi obat atau suntikan kan?" ,
saya jawab lagi, "engga sih dok, selama saya mengkonsumsi obat selama ini masih baik-baik aja".
teteretteteeeettt!!!
Tibalah saat menusukan jarum bius lokal, dari cerita orang-orang yang berpengalaman rasanya SAKIIITTTT banget, eh tapi ya, saya ngerasanya SAKIT sih, tapi masih termasuk sakit BIASA aja tuh. cuma pas dimasukin bius lokalnya entah perasaan aja atau emang proses itu bius rasanya panas nyengat gitu, tapi sebentar doang. Eh tapi, sebelum dibius, saya ngeluarin jurus andalan saya, yaitu dengerin musik*nyahahaha*, kan jari kaki doang tuh yang dibius, jadi badan atas saya rebahan, sambil main hape, jadilah saya denger lagu sambil menghubungi teman-teman saya, hahahahaa. Mmalahan temen-temen heran, "ini anak operasi malah bisa komunikasi" saya balesnya "yaaa kan yang di operasi cuma jari kakinya doang, jadi tanganku bebas, hehehe".
Oke, selesailah operasi kecil yang lumayan menegangkan itu (karena pertama kali tuh ngerasain operasi-operasi gitu). Sekarang kaki saya dibalut perban sampe semingguan katanya, dan ini baru 3 hari setelah operasi kecil terjadi. Jadi saya ke kampus mau gak mau pake sandal deh.
Terus tadi baru ganti perbannya ke klinik itu lagi. Dan beginilah saya sekarang dengan penantian kesembuhan jari kaki saya tercinta.
Sekian cerita saya, untuk readers, jangan bandel yah kalo orang tua ngasi tau jangan potong kuku kependekan, saya udah ngerasain nih resiko paling parahnya. yayaya? iya doonngg~
oke, sekianlah cerita saya, terima kasih ^^
Suatu hari saya potong kuku jari jempol kaki kanan saya (
Tapiiiiii.. cerita gak sampe sana aja, hari-hari berlalu dan tibalah disaat kuku ini harus tumbuh, dan.. tumbuhnya menusuk daging sekitar kuku ini, jadilah ini jempol kaki bengkak, warna biru, perih, sakit dipake jalan, gak nyaman deh pokoknya (bahasanya infeksi aja biar gak ribet). Terus saya kasi tau deh kakak saya, terus kakak bilang "ayo periksain ke dokter. eh, tapi gak bisa sekarang, hari kamis deh ya", nah, jadilah RENCANANYA hari kamis, tapi hari rabu sore kakak tiba-tiba nelpon saya "dik, sekarang aja ya, abis kakak pulang kantor kita ke dokternya", saya mah udah pasrah aja, karna sebelumnya saya udah searching sedikit-sedikit mengenai kenapa dan ada apa dengan kaki saya ini. Apa ya bahasanya, saya lupa. Intinya, resiko paling parah ya cabut kuku, gitulah. Saya udah kayak mau ujian aja tuh, siap gak siap harus siap
Di dalem ruangan dokter umum , setelah jelasin situasi dan kondisi kenapa ini bisa sampe begini, mengertilah si dokter bahwa saya potong kukunya kependekan, dan dibertahulah oleh si dokter, "kalo potong kuku itu jangan sampe pendek atau bentuk melonjong, harus kotak-rata- gitu", saya sih iya-iya aja, lah emang bener gitu. terus saya diperiksa lagi jarinya yang bermasalah, langsung si dokter saranin, "di potong aja ya, setengah gitu, ini kuku yang lainnya masih sehat kok", caaahh!! ternyata potong setengah, bukan dicabut
saya tanya "sakit gak nih?",
si dokter "ngga kok, tapi pas di biusnya ya sakit, eh tapi gak ada alergi obat atau suntikan kan?" ,
saya jawab lagi, "engga sih dok, selama saya mengkonsumsi obat selama ini masih baik-baik aja".
teteretteteeeettt!!!
Tibalah saat menusukan jarum bius lokal, dari cerita orang-orang yang berpengalaman rasanya SAKIIITTTT banget, eh tapi ya, saya ngerasanya SAKIT sih, tapi masih termasuk sakit BIASA aja tuh. cuma pas dimasukin bius lokalnya entah perasaan aja atau emang proses itu bius rasanya panas nyengat gitu, tapi sebentar doang. Eh tapi, sebelum dibius, saya ngeluarin jurus andalan saya, yaitu dengerin musik
Oke, selesailah operasi kecil yang lumayan menegangkan itu (
Terus tadi baru ganti perbannya ke klinik itu lagi. Dan beginilah saya sekarang dengan penantian kesembuhan jari kaki saya tercinta.
Sekian cerita saya, untuk readers, jangan bandel yah kalo orang tua ngasi tau jangan potong kuku kependekan, saya udah ngerasain nih resiko paling parahnya. yayaya? iya doonngg~
oke, sekianlah cerita saya, terima kasih ^^
Senin, 08 Oktober 2012
Tarik nafas untuk merilekskan pikiranmu. Buang segala hal negatif yang ada didalam dirimu bersama hembusan nafas yg keluar. :) just take a breath for rilex.
Rabu, 19 September 2012
Won't Leave You
Cause everytime I think
I think of you
Cause everywhere I go
I'll bring our memories
Cause when I wake up and open my eyes
I just want to see you
Oh, how can I leave you alone ?
How can I go to the new place, without you
And how can I spend my day, without you
Cause you're my everything
You've made my life completed
I said
I hate when you thought you're alone
And that's why~
I won't leave you
I think of you
Cause everywhere I go
I'll bring our memories
Cause when I wake up and open my eyes
I just want to see you
Oh, how can I leave you alone ?
How can I go to the new place, without you
And how can I spend my day, without you
Cause you're my everything
You've made my life completed
I said
I hate when you thought you're alone
And that's why~
I won't leave you
Kamis, 09 Agustus 2012
SUMPAH MAHASISWA
Setelah (kurang lebih) setahun lamanya menjadi mahasiswi, kini akhirnya dapat bergabung menjadi salah satu bagian panitia kegiatan Student Day Fakultas. Jadi teringat, dulu saat memasuki kampus (pendaftaran Student Day) sehabis di-interview, diminta untuk menghafal, melafalkan, dan merasakan nasionalisme dari isi Sumpah Mahasiswa.
Dan inilah isi sumpah mahasiswa, check this out!
Sumpah Mahasiswa
Kami Mahasiswa - Mahasiswi Indonesia Bersumpah
Bertanah Air Satu, Tanah Air Tanpa Penindasan
Kami Mahasiswa - Mahasiswi Indonesia Bersumpah
Berbangsa Satu, Bangsa yang Gandrung Akan Keadilan
Kami Mahasiswa - Mahasiswi Indonesia Bersumpah
Berbahasa Satu, Bahasa Kebenaran
Dan inilah isi sumpah mahasiswa, check this out!
Sumpah Mahasiswa
Kami Mahasiswa - Mahasiswi Indonesia Bersumpah
Bertanah Air Satu, Tanah Air Tanpa Penindasan
Kami Mahasiswa - Mahasiswi Indonesia Bersumpah
Berbangsa Satu, Bangsa yang Gandrung Akan Keadilan
Kami Mahasiswa - Mahasiswi Indonesia Bersumpah
Berbahasa Satu, Bahasa Kebenaran
Rabu, 04 Juli 2012
Tanah dan Akibatnya (kisah dan pendapat)
Ini sebenarnya kisah sekalian pendapat saya yang mendapatkan inspirasi dari hal yang tidak disengaja, mohon maaf bila ada kata-kata yang tidak berkenan, sekali lagi ini merupakan pendapat saya dan sedikit kisah saya sehingga diolah oleh otak saya menjadi seperti ini.
Diawali dengan mengisi waktu luang untuk berputar-putar dengan sepeda motor yang selalu setia menemani saya (melebihi setia pacar menemani saya *ups curhat*), tiba-tiba saya melihat banner yang cukup besar berisikan tulisan “AKAN SEGERA DIBANGUN........
Diawali dengan mengisi waktu luang untuk berputar-putar dengan sepeda motor yang selalu setia menemani saya (melebihi setia pacar menemani saya *ups curhat*), tiba-tiba saya melihat banner yang cukup besar berisikan tulisan “AKAN SEGERA DIBANGUN........
Kamis, 14 Juni 2012
This is really really not important (seriously)
Hey hey hey, saya tidak berpikir ini posting apaan, sekedar update (?). Gak penting ? BANGET. Iseng lah ya, dari semua posting disini isinya kalo gak lirik lagu, kata2, ya bahan ajaran hukum. Well, let's make something different. Adalah sesungguhnya ini bukan curhatan maupun cerita, tapi hanyalah sebuah kata-kata (?) GAK PENTING. hey reader, bertanyakah engkau siapa author (aneh+gila) ini ? nyahahahahahahaha, don't worry be happy lah yaa~ saya a.k.a author a.k.a pemilik blog (gratis) ini hanya sedang memposting hal gak penting, jadi gak usah perkenalan diri (pssst, ada tuh di profile). Bosan dengan kata gak penting di postingan ini ? oke memang itu tujuan saya :D *ditabokin* . hahaha, okay reader, sungguh ! saya sangat berterima kasih bila anda berniat membaca ini :D karena apa ? karna ini GAK PENTING ! . ckckck, niat banget bacanya. Kalo boleh jujur ni ya, saya udah lama gak berpuitis. Jangan minta saya berpuitis sekarang, lagi sakit (no comment). Nah ! Jadi saudara-saudara, adik, kakak, pak, bu', sekalian yang membaca ini :D saya minta maaf karna membuang waktu anda untuk membaca ini. Eits, jangan protes, saya sudah mengatakan dari awal ini GAK PENTING -_- salah siapa baca juga ? :p . GOTCHAAAA (`▽´)-σ . Ups, image saya rusak ya ? Maaf maaf, saya gak sejahil itu (ampun reader).
So, see you at another posting reader~ *lambai-lambai sapu tangan* :')
So, see you at another posting reader~ *lambai-lambai sapu tangan* :')
Sabtu, 03 Maret 2012
Tetaplah disini
Ketika cahaya membuatku tak dapat melihatmu
Janganlah berhenti menatapku
Janganlah berpaling dariku
Aku akan mencari didalam terang ini
Hingga ku dapatkan dirimu yang ku rindukan
Tetaplah disana
Ku ingin kau menanti
Meski ku tidak hanya melihat padamu
Namun hatiku selalu mencarimu
Menyerukan indahnya kenangan kita
Engkau yang berada di satu sisi kegelapan dalam cahaya ini
Selalu ku cari indahmu
Agar aku tak kehilangan dirimu..
dan cintamu..
Senin, 13 Februari 2012
Lelah dan Anugerah
Meski lelah raga menerjang gerak, meski mata telah lelah melihat dunia, dan perlahan indera tak lagi dapat mendengar gaungan. Rasakanlah keikhlasan mendalam atas segala gerak, keindahan dunia, dan gaung kehidupan, betapa anugerah-Nya begitu melimpah ruah di segala hal dunia.
Langganan:
Postingan (Atom)

